Kamis, 02 September 2010

Princess Hours Episode 12

Princess Hours Episode 12

Meminta supaya hal itu dirahasiakan supaya tidak membuat kehebohan di pihak istana, Shin juga mengusulkan untuk mengembalikan posisi Putri Hye-jong dan Yool di istana. Hal ini sudah tentu membuat permaisuri tidak senang, apalagi pihak kongres sepertinya setuju.

Sadar kalau sang ibu menentang keras kembalinya Putri Hye-jong, Putri Hwan-hyeong berusaha menentramkan Permaisuri dan memintanya untuk bisa mengikuti arus. Keadaan semakin kacau ketika belakangan Putri Hye-jong dengan sedikit siasat berhasil mengadudomba Permaisuri dan Ibu Suri.

Mendapat telepon dari Hyo-rin, Shin dengan penyamarannya menemui gadis itu di sebuah toko buku. Sempat gembira karena mengira pemuda itu merespon, wajah Hyo-rin berubah ketika Shin menyebut tentang Chae-kyoung yang telah mengubah hidup sang pewaris kerajaan dan bahwa kejadian di Thailand tidak akan terulang lagi.

Pertemuan dengan Hyo-rin membuat Shin murung, bahkan tingkah Chae-kyoung gagal membuatnya tersenyum. Keesokan harinya, gadis itu kembali dibuat panas karena ketika hendak menyerahkan kue buatannya pada Shin, ternyata Hyo-rin telah mendahuluinya. Reaksi sang suami yang lagi-lagi begitu dingin membuat penderitaannya semakin lengkap.

Meski nampak berambisi, pikiran Yool berubah setelah berbicara dengan Chae-kyoung. Ketika bertemu dengan Ibu Suri, ia meminta supaya posisinya diletakkan di bawah Pangeran Yool, dan sudah tentu hal ini membuat Putri Hye-jong kaget dan kecewa karena kejadian itu sebenarnya peluang mereka untuk mulai merebut tahta kerajaan.

Keadaan istana mulai berubah ketika Raja mendadak ambruk saat tampil didepan wartawan, hal ini mau tidak mau membuat Shin harus mulai mengemban tugas resmi tampil di hadapan publik. Ketika berpapasan dengan Putri Hye-jong dan Shin, yang baru saja dinobatkan dengan gelar resmi, mereka saling bertukar 'pesan'.

Chae-kyoung yang diminta menemui Ibu Suri masuk ke kamar Shin untuk meminjam kamera sang suami, dan dibuat terpana oleh kenyataan bahwa Shin masih menyimpan dengan rapi semua pemberian Hyo-rin. Keruan saja ia tidak sanggup menahan air matanya, hal yang sempat membuat Shin keheranan sebelum akhirnya tahu apa penyebabnya.

Dalam kunjungan ke sebuah museum penuh boneka, Chae-kyoung merasakan kegembiraan meski belakangan ia malah jadi serba-salah ketika Ibu Suri minta dilukis. Baru saja hendak kembali beristirahat, gadis itu dikejutkan oleh Shin yang ternyata juga berada disana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar